Showing posts with label Dunia Kita. Show all posts
Showing posts with label Dunia Kita. Show all posts

Thursday, 8 September 2011

Pendaki Indonesia Mendaki 7 Puncak Dunia






Sejak ekspedisi pendakian gunung tertinggi dunia yang dilakukan Norman Edwin dan Didiek Samsu pada era 80-an, dunia pendakian gunung di Indonesia hampir tidak terdengar kabarnya. Entah karena ngeri karena dua pendaki yang cukup disegani itu tewas ketika mendaki Gunung Aconcagua, Argentina, atau mungkin karena faktor biaya yang dibutuhkan memang sangat besar.
Quote:
Quote:
Dunia pendakian ternyata tak selamanya kelabu. Pada awal 2009 lalu para pendaki yang tergabung dalam Mahitala Universitas Parahiyangan Bandung diam-diam telah mempersiapkan diri untuk mendaki tujuh atap dunia yang lebih dikenal seven summits.
Sofyan Arief Fesa (28), Xaverius Frans (24), Broery Andrew Sihombing (22), dan Janatan Ginting (22) adalah para mahasiswa Universitas Parahiyangan Bandung yang berhasil mencapai tujuh puncak dunia. Bermula pada 2009 mereka mendaki Puncak Carstenz Pyramid setinggi 4.884 mdpl di Papua, Indonesia. Pendakian Puncak Carstenz Pyramid itu bagi anak-anak Mahitala Unpar adalah sebagai uji coba untuk mendaki puncak-puncak dunia yang rata-rata diselimuti salju abadi. Banyak pelajaran yang didapat ketika mereka mendaki Carstenz Pyramid itu selama hampir satu setengah bulan. Mereka jadi terbiasa berjalan di medan yang permukaannya diselimuti es.
Quote:
Quote:
Sukses mendaki Puncak Carstenz Pyramid mereka kemudian mencoba menaklukan Gunung Kilimanjaro (5.189 mdpl) di Tanzania, Afrika. Dan, ternyata di Gunung tertinggi di wilayah Afrika itu Tim Mahitala Unpar tidak mengalami hambatan berarti. Tim kemudian menuju puncak Elbrus di wilayah Rusia. Di Gunung tertinggi se daratan Eropa itu (5.642 mdpl) walau dengan bersusah payah, mereka berhasil mencapai puncak sesuai dengan yang ditargetkan. Bahkan mereka melewati jalur yang tidak biasa dilewati pendaki yaitu melalui jalur utara. Dan, yang lebih menggembirakan lagi, jalur itu kini dinamakan Indonesia Route. Setelah sukses mendaki puncak Elbrus di Rusia Tim Mahitala kemudian melanjutkan ekspedisinya menuju puncak Vinson Massif di Antartika dan Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina. Gunung Aconcagua ini cukup unik dan berbahaya. Medannya yang berbatu yang diselimuti salju itu kadang mudah membuat pendaki celaka. Selain itu cuaca yang kadang berubah sering menimbulkan masalah. Banyak kalangan menilai Aconcagua adalah jalur neraka. Dan, tidak sedikit pendaki yang mengalami celaka dan tewas di Aconcagua termasuk pendaki handal Norman Edwin dan Didik Samsu pada 1982.
Quote:
Quote:
Ekspedisi Tim Mahitala Unpar ke Seven Summits ini hampir gagal ketika melakukan pendakian di Everest, Nepal ( 8.848 mdpl). Ketika itu tim sudah berada di camp terakhir mendekati puncak. Namun, ketika akan melakukan pendakian ke puncak, salah satu anggota, Janatan Ginting mengalami gangguan kesehatan. Tim terpaksa beristirahat menunggu kondisi Janatan pulih. Namun, hambatan tidak sampai di sini. Ketika mereka sudah hampir mencapai puncak, mereka diterpa badai yang cukup dahsyat. Akibatnya terpaksa turun kembali dengan perbekalan yang porak poranda. Namun berkat kegigiuhan dan keuletan, mereka akhirnya berhasil mencapai puncak bertepatan pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2011 lalu.
Quote:
Quote:
Ekspedisi Seven Summits Tim Mahitala Unpar Bandung ini terasa paripurna dan sempurna ketika mereka berhasil mendaki Gunung Denali di Alaska, Amerika Serikat pada akhir Juli lalu. Dengan demikian mereka adalah satu-satunya Tim Indonesia yang berhasil mencapai Tujuh Puncak Dunia atau seven summits dan merupakan negara ke-53 yang berhasil mencapai seven summits.
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
INI DIA 4 ORANG SI PENDAKI
Quote:
Quote:
Sofyan Arief Fesa
Quote:
Quote:
Xaverius Frans
Quote:
Quote:
Broery Andrew Sihombing
Quote:
Quote:
Janatan Ginting
Quote:
Quote:
7 GUNUNG YANG MEREKA TAKLUKAN..
Quote:
Quote:
Carstenz Pyramid

Quote:
Quote:
Kilimanjaro

Quote:
Quote:
Elbrus

Quote:
Quote:
Vinson Massif


Quote:
Quote:
Aconcagua
Quote:
Quote:
Everest
Quote:
Quote:
Denali

Quote:
Quote:





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10321595

Wednesday, 7 September 2011

Ada Starbucks dan Fitness Center di Kampus UI


Pemberian gelar doktor Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi konon hanya satu letupan dari sekian banyak masalah di Universitas Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan komersialisasi kampus. Dari pantauan VIVAnews.com, salah satu gedung perpustakaan baru di kampus UI Depok, Jawa Barat, memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Di tempat tersebut telah disiapkan gedung cinema, fitness center, studio musik, dan studio radio dan televisi. Sementara untuk cafetaria telah terisi waralaba kopi asing, Starbuck Coffee. Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin

Cafetaria di Gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) yang terletak di komplek Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.

Gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) terletak di komplek Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.

Bank BNI di dalam Gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) yang terletak di komplek Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.

Gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) terletak di komplek Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.


Ruangan Komputer di dalam gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) yang terletak di komplek Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.

Gedung Perpustakaan Baru Universitas Indonesia (UI) terletak di komplek Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.






sumber :http://foto.vivanews.com/read/4287-ada-starbucks-dan-fitness-center-di-kampus-ui

Peringatan Tujuh Tahun Tewasnya Munir


Para aktivis yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Munir memperingati tujuh tahun tewasnya Munir di depan Istana Negara, Rabu (7/9). Para aktivis menuntut supaya presiden SBY mengusut tuntas kasus pembunuhan Munir. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan sosok seorang presiden yang pemberani. Foto: VIVAnews/ Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Para Aktivis dari Aksi Solidaritas Munir melakukan demo didepan Istana Negara,(07/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy







sumber :http://foto.vivanews.com/read/4289-demo-peringatan-tujuh-tahun-tewasnya-munir

Mencari Ikan di Setu Pondok Labu


Puluhan warga mencari ikan di Setu Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (7/8). Setu yang kering akibat kemarau panjang membuat ikan terlihat dipermukaan sehingga mudah ditangkap.

Mencari Ikan di Setu Pondok Labu

Dua orang warga tampak menyingi ikan yang berhasil ditangkapnya. Ramses/detikcom

Mencari Ikan di Setu Pondok Labu

Setu yang kering akibat kemarau panjang membuat ikan terlihat. Ramses/detikcom

Mencari Ikan di Setu Pondok Labu

Puluhan warga mecari ikan yang kering akibat kemarau panjang.Ramses/detikcom






sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/09/07/152857/1717537/157/1/mencari-ikan-di-setu-pondok-labu

Inilah Para Ilmuwan Genius Indonesia yang Tersisih dari Negerinya Sendiri


Pasti agan2 semua tidak asing dengan nama B.J. Habibie. Beliau adalah salah satu anak negeri tulen yang lebih terkenal dan dihargai di luar negeri daripada di negerinya sendiri. Namun, ternyata masih banyak lagi anak bangsa jenius yang nasibnya sama seperti Habibie... Langsung aja, berikut di antaranya
Quote:
1. March Boedihardjo
Spoiler for March Boedihardjo:

Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.

Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007). Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya. March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris.


Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.
Quote:
2. Prof. Nelson Tansu
Spoiler for Prof. Nelson Tansu:

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano. Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat.

Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak.


Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.
Quote:
3. Muhammad Arief Budiman
Spoiler for Muhammad Arief Budiman:

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat. Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.
Quote:
4. Prof Dr. Khoirul Anwar
Spoiler for Prof Dr. Khoirul Anwar:

Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007. Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu. Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok.


Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.
Quote:
5. Dr Warsito P. Taruno
Spoiler for Dr Warsito P. Taruno:

Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology. Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air. Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar. Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7121152

Peneliti Menemukan Penyebab Perempuan Lebih Takut Film Horor


Film-film yang menayangkan adegan menyeramkan atau horor umumnya disukai oleh kaum laki-laki dan dihindari perempuan. Kini penyebab mengapa perempuan takut dengan film horor berhasil ditemukan.

http://www.anneahira.com/images/topic/horor.jpg

Sebuah studi menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk mengantisipasi adegan menakutkan yang muncul di depannya, kondisi ini membuat perempuan lebih takut dibanding laki-laki saat menonton film horor.

Ketika menonton film horor, perempuan selalu menerka-nerka adegan berikutnya yang lebih negatif sebagai bentuk antisipasi, sementara pria hanya menikmati tontonan di depannya.

Peneliti mengetahui hal ini karena ketika diberi peringatan mengenai kekerasan yang ekstrem atau horor maka otak perempuan akan langsung memberikan respons dengan melakukan suatu tindakan, sementara otak laki-laki tetap tenang sampai peristiwa tersebut terjadi atau terungkap.

Hasil studi ini telah menunjukkan bahwa antisipasi terhadap sesuatu yang buruk sudah cukup menimbulkan reaksi di otak perempuan, tapi tidak bagi laki-laki, seperti dikutip dari Medindia.

http://images.detik.com/content/2011/09/06/763/film-horor-dalam-ts.jpg

Selain itu ketika perempuan dihadapkan pada sesuatu yang negatif maka emosinya akan lebih cepat merespons sebagai akibat dari aktivitas di otak sehingga mempengaruhi memorinya.

Jika tindakan antisipasi yang dilakukan saat menonton film horor besar, maka ia akan semakin ingat dengan adegan tersebut.

Mengantisipasi suatu peristiwa yang tidak menyenangkan bisa membantu tubuh menyiapkan reaksi terhadap situasi yang mengancam.

Tapi jika antisipasi yang dilakukan tersebut berlebihan maka bisa menyebabkan gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi.

http://images.detik.com/content/2011/08/24/1135/womenmovie362.jpg

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University College London yang mempelajari bagaimana jenis kelamin mengantisipasi peristiwa yang tidak menyenangkan.

Sebanyak 30 partisipan diukur aktivitas otaknya saat melihat pemandangan positif (pemandangan alam yang damai) dan pemandangan negatif (kekerasan ekstrem). Hasil studi ini telah dilaporkan dalam The Journal of Neuroscience.





sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/09/peneliti-menemukan-penyebab-perempuan.html

Tuesday, 6 September 2011

Indonesia Takluk di Tangan Bahrain


Timnas Indonesia tumbang di tangan Bahrain dalam lanjutan pertandingan kualifikasi Pra Piala Dunia Brazil 2014 Grup E dengan skor 2-0 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Selasa (6/9). Gol Bahrain dicetak oleh Sayed Ebrahim dan Ismaeel Abdullatif. Foto: VIVAnews/ Fernando Randy

Benny Wahyudi berusaha mengambil bola dari pemain Bahrain dalam pertandingan di GBK,(6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Boaz Salossa berjibaku berebut bola dengan pemain Bahrain, Rashed di GBK (6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

M.Ridwan mencoba melawati pemain belakang Bahrain,(6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Firman Utina terjatuh ketika mempertahankan bola dari para pemain Bahrain,(6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Hamka Hamzah menghalau bola dari pemain Bahrain,(6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy

Kiper Bahrain, Sayed Abbas mengahalau serangan para pemain Indonesia di GBK,(6/9).Foto:VIVAnews/Fernando Randy





sumber :http://foto.vivanews.com/read/4282-indonesia-takluk-ditangan-bahrain

Gempa 6,7 SR Guncang Aceh


Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh, Selasa (6/9/2011). Selain merusak sejumlah bangunan, gempa ini juga menewaskan sedikitnya 2 orang.

Gempa 6,7 SR Guncang Aceh

Atap rumah warga ambruk akibat gempa tersebut. AFP/Made Aly.

Gempa 6,7 SR Guncang Aceh

Beberapa warga memeriksa rumahnya yang rusak. AFP/Sutanta Aditya.






sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/09/06/190744/1716887/157/1/gempa-67-sr-guncang-aceh

Ingin Membuat e-KTP? Begini Prosedurnya

http://tanjungsari2010.files.wordpress.com/2010/07/e-ktp.jpg



Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negei, Irman mengatakan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, harus menunggu seluruh titik pelayanan pembuatan di kelurahan atau kecamatan di 197 kabupaten-kota beroperasi. "Untuk mencegah data ganda, oleh karena itu pencetakan e-KTP ini setelah semua titik pelayanan itu sudah operasional," kata Irman.

Sementara itu, untuk proses pembuatan e-KTP itu sendiri, warga diminta mendatangi kecamatan atau kelurahan untuk memasukkan data nomor induk kependudukan (NIK) yang telah dimiliki warga yang tercantum dalam KTP asli lama, ke dalam sistem komputerisasi.

Selanjutnya, sistem akan mengeluarkan data diri dari warga tersebut sesuai NIK yang telah terdaftar sebelumnya dan data tersebut dicocokkan kembali.


http://i.poskota.co.id/uploads/2011/08/e-ktp31.jpg



Kemudian, warga akan difoto dan membubuhkan tanda tangannya, diikuti dengan rekam sidik jari dan perekaman retina mata. Setelah semua data dimasukkan dan diverifikasi ulang langsung pada warga yang bersangkutan, data dikirimkan ke pusat data di Kemdagri untuk diverifikasi guna memastikan ketunggalannya.

Sementara, hingga saat ini data yang telah masuk ke pusat data KTP elektronik Kemdagri sekitar 26 ribu yang berasal dari wilayah DKI. Program KTP elektronik secara nasional dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan di 197 kabupaten/kota dan tahap kedua dilaksanakan pada 2012 di 300 kabupaten/kota.


http://news.cnet.com/i/ne/p/2005/56gatesid500x360.jpg