Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts

Thursday, 8 September 2011

Inilah 4 Bahaya di Mall dan Cara Menghindarinya



Siap menerjang kerumunan orang saat musim diskon di mal? Pertama, belajarlah cara menjaga anak Anda tetap aman selama Anda berbelanja.
Anda tidak akan pernah membiarkan anak di dalam mobil tanpa sabuk pengaman, tapi bagaimana ketika di dalam kereta belanja? Anda selalu menggandeng tangannya saat menyeberang jalan, tapi seberapa sering Anda meraih tangannya saat naik eskalator di mal? Berbicara tentang keamanan anak, kita mudah cemas menghadapi ancaman-ancaman yang besar dan nyata, seperti kecelakaan mobil, penarikan mainan, dan alat-alat berbahaya di taman bermain. Alasannya jelas, semuanya sering bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa banyak anak. Namun jalan-jalan di mal bisa berisiko mengakibatkan cedera parah saat perhatian orang tua kerap terpecah sementara anak-anak penasaran melihat lift, eskalator, serta barang-barang pajangan. Kami bertanya kepada ahli bagaimana cara mengendalikan empat area berbahaya ketika Anda dan si kecil pergi ke mal.


Pajangan di Toko
Pajangan yang menjulang tinggi, seperti di toko-toko perkakas, bisa menjadi ancaman. Tapi pajangan yang relatif pendek juga bisa berbahaya. Jennifer Keller dari Mesa, Arizona, mengalami hal itu ketika dia dan temannya ke toko kacamata. Rupanya, rak pajangan di sana hanya terbuat dari tiang-tiang renggang dipenuhi beban kacamata. “Putra teman saya bersandar ke salah satu rak dan rak itu jatuh,” katanya. “Kacamata menimpa kakinya dan dia menjerit sangat keras.” Untung, putranya tidak mengalami cedera serius.
Strategi keamanan:

* Bermain aman. Jangan biarkan anak Anda menyentuh barang yang dipajang. “Tidak semua toko mengamankan manekin dan pajangan mereka,” kata Denise Dowd, MD, kepala pencegahan cedera di Children’s Mercy Hospitals and Clinics, Kansas City, Missouri. “Ini berarti benda-benda itu mudah rubuh.”
* Cegah keinginan mengeksplorasi. Anak Anda mungkin berpikir bahwa merangkak di bawah pajangan atau rak pakaian itu menyenangkan, tapi dia bisa tidak sengaja menariknya sehingga semua benda jatuh menimpa dia. Dan, jangan biarkan dia mencoba meraih sesuatu di atas konter dan kepalanya mendongak, karena dia bisa terpentok atau mejanya terguling.


Eskalator
Anak-anak yang masih kecil kerap takut terhadap eskalator, dan itu wajar saja: Sekitar dua ribu anak-anak, kebanyakan balita, cedera akibat eskalator setiap tahunnya. Kebanyakan disebabkan oleh jatuh, dan sisanya karena tangan, kaki, atau pakaian anak terperangkap di bagian eskalator yang bergerak. Sementara sebagian luka tergolong kecil, misalnya tergores dan memar karena jatuh, cedera yang disebabkan terperangkap bisa merusak kaki anak, bahkan memerlukan amputasi.
Strategi keamanan:

* Pegang tangan anak Anda agar bisa menuntunnya naik dan turun dari eskalator, dan pastikan jari-jarinya tidak menyentuh pegangan eskalator.
* Katakan kepada anak untuk diam dan menatap ke depan. Jika dia duduk di tangga, jari-jari dan kakinya akan berada lebih dekat dengan bagian eskalator yang berputar.
* Punya stroller? Gunakan lift. “Hanya dua roda yang bisa muat di satu tangga,” kata Karen Sheehan, MD, direktur medis di Injury Prevention and Research Center di Children’s Memorial Hospital, Chicago. “Jika ada orang di atas atau di bawah menabrak Anda, Anda akan mudah kehilangan kendali terhadap stroller.” Bila Anda harus naik eskalator, minta bantuan seseorang untuk menaikkan stroller dan menahannya selama eskalator bergerak.
* Periksa pakaian anak Anda. Pastikan tali sepatunya terikat kencang, dan jangan biarkan dia menyeret mantel atau syal di lantai. Apabila pakaian yang longgar tersangkut di eskalator, dia bisa ikut tertarik. Bila anak Anda terperangkap, tekan tombol emergency stop (biasanya ada di atas atau di bawah eskalator) atau berserulah kepada seseorang untuk melakukannya apabila Anda tidak berada di dekat tombol tersebut.


Kereta Belanja
Membiarkan anak di dalam kereta belanja terlihat praktis, bukan berbahaya. Tapi, menurut American Academy of Pediatrics, kecelakaan yang terjadi sehubungan dengan kereta belanja mengakibatkan hampir 21 ribu anak balita masuk ke UGD setiap tahun, kebanyakan cedera kepala dan leher. Sebagian masalah terletak pada rancangan kereta belanja yang tidak seimbang. “Kereta itu berat dan lebar di bagian pegangan dan menjadi lebih ringan seiring dengan menyempitnya keranjang,” kata Dr. Sheehan. “Bila anak Anda berdiri di atas kereta belanja atau bertengger di sisi ataupun di bagian belakang kereta, dia bisa mudah tergelincir.”
Strategi keamanan:

* Biarkan anak di luar kereta. Ikat dia di kursi yang bisa dilipat di dalam kereta belanja (pastikan sabuk pengamannya berfungsi). Apabila ada, lebih baik pilih kereta belanja yang bisa mendudukkan anak di depan dan posisinya cukup rendah. Sebagian kereta dirancang seperti mobil atau truk sehingga pembelanja kecil kita akan dengan senang hati duduk diam. Bila anak Anda terjatuh, setidaknya dia tidak akan mengalami cedera serius.
* Jangan izinkan anak Anda bertengger di tepi atau di bagian belakang kereta. Membiarkan anak mendorong kereta belanja juga bisa mengarah ke kecelakaan.
* Jangan tempatkan baby carrier di atas kereta belanja. Berat carrier bisa membuat kereta terjungkal.
* Selalu berada di posisi yang bisa menjangkau anak ketika berbelanja. Hanya dibutuhkan satu detik untuk dia jatuh dari kereta belanja atau terjungkal saat Anda membalikkan badan.

Lift
Hampir 2 ribu anak terluka karena lift setiap tahun, umumnya ketika tangan atau kaki mereka terjepit di pintu. “Kebanyakan pintu lift akan terbuka jika sensor mendeteksi sesuatu yang menghalangi, tapi tangan atau jari anak bisa tidak dikenali karena terlalu kecil,” kata Dr. Sheehan.
Strategi keamanan:

* Jangan coba menghentikan pintu lift yang akan menutup dengan tangan, kaki, tas, atau stroller. Meski kebanyakan lift dilengkapi fitur pengaman dan dijaga dengan baik, mata fotoelektrik di dalam lift bisa saja tidak berfungsi menyebabkan pintu tetap menutup walau sesuatu menghalanginya.
* Waspadai celah. Pastikan lift sejajar dengan lantai sebelum Anda keluar. Anak Anda bisa tergelincir atau kakinya tersangkut di celah.
* Jika memungkinkan, berdirilah di belakang. Jangan pernah membiarkan anak menyentuh atau bersandar pada pintu lift karena di sinilah paling sering terjadi kecelakaan.






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5569537

[[ (WARNING) Dampak Pornografi Bagi Anak ]]


Semakin berkembangnya era informasi membuat kita sebagai orangtua harus ekstra waspada terhadap bahaya pornografi yg bisa meracuni anak-anak kita. Seperti kita ketahui, dgn keberadaan internet, pornografi kini tak hanya dapat diakses dari media print saja, namun jg dari internet, dimana media ini seringkali luput dari pengawasan orangtua.



Sebuah riset menunjukan bahwa sejak kehadiran internet, usia rata-rata anak mulai mengenal bentuk pornografi adalah 8 tahun. Padahal sebelum keberadaan internet mereka baru mengenal pornografi melalui media print berkisar antara 11 hingga 13 tahun. Parahnya, jika pornografi dibiarkan meracuni anak-anak kita, maka bahaya yg ditimbulkan pun akan semakin besar.

Selamat menyimak dgn seksama



Agar agan/sista lebih waspada, berikut beberapa dampak pornografi yg bisa membahayakan anak2 atau adek2 kita:

Anak-anak mulai melakukan aktifitas seksual




Sifat dasar anak-anak adalah meniru. Mereka akan meniru apapun yg dilihat nya. Jika pornografi meracuni mereka, bukan tak mungkin mereka akan melakukan aktifitas seksual yg mereka lihat kepada anak yg lebih muda, bahkan teman sebayanya yg lebih lemah. Jika hal tersebut dibiarkan, anak bisa menjadi pelaku kekerasan seksual anak-anak, dimana hal ini biasanya disebabkan oleh 2 simultan yaitu pengalaman dan exposure.


Tindakan seksual




Dampak pornografi bagi banyak orang yaitu menyebabkan kecanduan dan sifat progresif. Pengenalan pornografi pada usia dini berdampak pada semakin besarnya kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan seksual yg tidak semestinya, misalnya pemerkosaan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa 1 dari 3 pelaku pelecehan seksual dan pemerkosa anak disebabkan oleh seringnya mereka melihat pornografi, baik melalui film, internet, majalah, video, dan sebagainya. Semakin sering seseorang melihat pornografi, semakin rendah kepuasan yg mereka dapatkan terhadap bentuk pornografi ringan, akibatnya mereka akan mencari lagi kepuasan yg lebih besar, dan bisa saja kepuasan tersebut berbentuk kekerasan seksual.


Kecenderungan melakukan pelecehan seksual



Quote:
Mengenal pornografi terlalu dini jg dapat membuat seseorang melakukan kejahatan seksual seperti pelecehan seksual. 77% pelaku pelecehan terhadap anak laki-laki, dan 87 % pelaku pelecehan terhadap anak perempuan mengaku kebiasaan melihat pornografi lah yg mendorong tindakan kriminal mereka.


Menangkap pesan yg salah




Pornografi bisa menimbulkan pesan yg salah bagi generasi muda terhadap hubungan antar mereka kelak. Mereka akan beranggapan bahwa kasih sayg antara ia dan pasangannya diukur oleh kepuasan seksual yg bisa mereka raih. Hal ini disebabkan sifat pornografi itu sendiri yg memaparkan seksualitas tanpa pertanggungjawaban


Meningkatnya jumlah kehamilan usia dini




Tindakan seksual yg disaksikan anak, serta dorongan seksual yg secara alamiah dimiliki anak, akan membuatnya penasaran untuk kemudian melakukan sendiri tindakan seksual tersebut. Jika hal ini terjadi, kehamilan diluar nikah pada usia dini sangat mungkin terjadi.

Sebuah penelitian penyebutkan bahwa anak laki-laki yg ter-ekspos oleh pornografi sebelum usia 14 tahun akan lebih aktif bahkan kecanduan seks saat dewasa nanti. Penelitian lain jg menyebutkan bahwa diantara 932 pecandu seks yg di teliti, sebanyak 90% laki-laki dan 77% perempuan mengakui bahwa pornografi berperan besar pada kecanduan mereka.
Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi
SEKARANG!




Bagaimana anak-anak kita dgn mudahnya melihat dan mengkoleksi gambar-gambar, majalah pornografi tersebut.
Baygkan anak-anak kita, bila dapat dgn mudahnya memperoleh media pronografi tersebut !
Dgn mudahnya anak-anak di bawah umur membeli dari penjual koran/majalah dan dari internet.
Bagaimana hal ini terjadi dgn anak-anak kita ? keluarga kita ?

Begitu bahayanya pornografi, yg bukan hanya bagi anak agan/sista saat ini, namun jg bagi kehidupan mereka mendatang, maka dibutuhkan pengawasan dari agan/sista, agar anak-anak agan/sista tidak teracuni dgn pornografi di usia yg tidak seharusnya. Jadi mulai sekarang, dampingi putra-putri agan/sista saat hendak menonton televisi, bermain internet, ataupun memilih bacaan untuknya.

Bahaya Pemangsa Seksual



Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dpt mencuri identitas pribadi yang dpt digunakan untuk melakukan kejahatan.


Ciri Kecanduan Internet



Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Agan/sista membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dgn orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dgn orang tertentu saja.


Cara Menghindari Bahaya Internet





Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dpt diatasi. Dgn mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Agan/sista dpt melindungi buah hati Agan/sista dgn melakukan hal-hal berikut:

1. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet

Jangan mengganggap diri terlau tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dpt saja dgn sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang-tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet.

2. Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat

Kadang orang-tua merasa bangga dgn dpt meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Agan/sista karena mereka dpt leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang-tua. Sebaliknya, dgn meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Agan/sista dpt memantau situs apa saja yang dibuka anak.

3. Bantu agar anak dpt membuat keputusan sendiri

Karena Agan/sista tidak dpt mengawasi anak Agan/sista 24 jam, biasakan anak Agan/sista untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendpt dan sudut pagan/sistang anak. Sehingga saat Agan/sista tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dpt mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Agan/sista tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.

4. Batasi penggunaan Internet

Jangan biarkan anak anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Agan/sista melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.

5. Jaga komunikasi yang baik dgn anak

Luangkan waktu untuk bercagan/sista dgn anak dan berkomunikasi dgn terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dgn anak akan memudahkan Agan/sista untuk menanamkan nilai-nilai moral. Agan/sista dpt menjelaskan kepada anak Agan/sista apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh.
Quote:



Semua orang-tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik.
Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dpt merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Agan/sista perlu melindungi anak Agan/sista dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.

Ane seruin sekali lg ya gan
Mulai sekarang! dampingi putra-putri agan/sista saat hendak menonton televisi, bermain internet, ataupun memilih bacaan untuknya.
Karena begitu bahayanya pornografi, yang bukan hanya bagi anak agan/sista saat ini, namun juga bagi kehidupan mereka mendatang





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10376615

Ini Alasan kenapa Saiful jamil kecelakaan di tol cipularang KM 96




Saat ini topik kecelakaan yang dialami penyanyi dangdut Syaiful Djamil di Jalan Tol Cipularang KM. 96 tengah menjadi pembicaraan dimana-mana. Sayangnya yang berkembang di masyarakat makin ngawur.... jalannya berhantu, dedemit dan lain sebagainya.

Padahal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebenarnya ada penjelasan yang masuk akal mengapa di ruas tersebut sering sekali terjadi kecelakan. Dan yang dapat menjelaskannya adalah disiplin ilmu teknik sipil.

Saya tergerak untuk menjawab / menanggapi rumor yang beredar dengan menuliskan penjelasan dibawah ini yang saya tuliskan di KASKUS.

Mohon rekan-rekan yang memiliki jam terbang tinggi bisa mengoreksi atau lebih memperjelas apabila ada penjelasan saya yang keliru atau kurang lengkap.

Saya terbuka terhadap sebuah diskusi dan perdebatan mengenai kasus kecelakaaan ini sepanjang korelasinya dalam rangka membuka wawasan / pemintaran kita sebagai anak bangsa



salam sipil.....

------------------------------------------------

"Agan-Agan yang baek, sebenarnya tadinya saya males ngomentarin soal kecelakaan bang Syaiful Jamil.... tapi karena sekarang jadi berkembang ke masalah klenik yang ujung-ujungnya melemahkan iman kita. Perkenankan saya mengomentarin soal jalan tol Cipularang dan kasus kecelakaan bang Syaiful.



Tol Cipularang adalah jalan tol modern yang didesain dengan mengikuti aturan-aturan yang sangat ketat mengenai tata cara membuat jalan tol. Jalan tol ini dirancang aman untuk kecepatan rata-rata 120 km/jam. Karena itu, bohong besar ada yang nulis, turunannya di km 96 sangat curam, yaitu 30 derajat. Kalau sudut kecuramannya sebesar itu, semua kendaraan truk/bus nggak ada yang bakalan kuat menanjak. Dan kecelakaan akan terjadi bahkan SETIAP JAM....

Tingkat elevasi maksimum jalan tol yang didesain untuk tanjakan/turunan dengan kecepatan aman 100 km/jam adalah 6%. Artinya, kalau jalan harus mendaki bukit setinggi 60 meter, maka panjang jalan menanjak (tanjakan) minimal harus 1000 m atau 1 km. Makanya didalam mendesain jalan raya modern apalagi tol, banyak diterapkan cut (potong) dan fill (urug), dimana dengan adanya alat-alat berat modern, bukit kalo perlu gunung, dipangkas.

Di KM 96 kita melihat turunan (kalo dr arah Bandung) atau tanjakan (dari arah Cikampek) terlihat sangat panjang. Itu karena perbedaan tinggi yang cukup besar, sehingga disiasati dengan membuat turunan atau tanjakan yang sangat panjang (berkilo-kilo meter)

Yang menjadi masalah di jalan tol Cipularang ini pada awal pembukaannya adalah perkerasannya menggunakan beton (rigid pavement) bukan aspal (flexible pavement). Dimana mungkin karena diburu waktu (jalan tol sepanjang +/- 45km dari Sadang sampai Padalarang selesai dalam 1 tahun), maka pengerjaannya cenderung kurang rapih sehingga permukaan jalan banyak yang tidak rata / bergelombang (bumpy). Bahkan banyak diantaranya yang retak-retak. Karena itu kemudian kita lihat pihak pengelola jalan tol kemudian memberikan lapisan aspal baru sebagai penutup, sehingga sekarang jalan tol cipularang sudah menggunakan aspal.

Masalah jalan yang bumpy memang saat ini sudah tidak lagi menjadi masalah, tetapi masalah lain timbul, yaitu terjadinya permukaan aspal yang bergelombang terutama di daerah turunan. Hal ini disebabkan oleh proses pengereman dari kendaraan2 besar yang kemudian membuat tekanan/dorongan ke depan terhadap permukaan aspal. Kondisi ini sangat terasa di KM 96 tempat lokasi kecelakaan yang merupakan area jalan menurun yang sangat panjang.

Kondisi jalan bergelombang ini, apabila dilewati oleh kendaraan dengan ground clearence rendah seperti sedan, mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Lain cerita apabila jenis jeep, SUV atau kendaraan lain dengan ground clearence tinggi. Kondisi ini SANGAT BERBAHAYA!!! karena dapat menyebabkan terjadinya understeer, dimana akibat turunan yang bumpy/bergelombang, ban kehilangan gigitan sama sekali sehingga kita tidak dapat lagi mengendalikan setir. Dan yang terjadi adalah persis seperti dialami oleh bang Syaiful, mobil terbanting ke kanan menghantam beton pemisah jalan dan kemudian terbalik. Bang Syaiful mengatakan ada dorongan angin samping, tapi percayalah hal tersebut tidak mungkin terjadi di lokasi KM96 (lain cerita kalau diatas jembatan). Yang terjadi adalah saat Avanza menuruni jalan dengan kecepatan cukup tinggi (80 km/jam), ban saat melewati jalan bergelombang akan terangkat cukup tinggi dan keseimbangan mobil hilang, sehingga walaupun setir tetap lurus, mobil limbung dan kemudian terlempar ke kanan ke arah tembok pemisah jalan (kalau agan ingin merasakan bagaimana understeer, gampang...... lewati genangan air dengan kecepatan sangat tinggi. Maka akan terasa gigitan ban hilang dan setir "kehilangan rasa". Mobil mendadak tidak terkendali..... kalau genangan airnya panjang, maka mobil akan melintir nggak karuan)

Kecelakaan ini menjadi sangat fatal, karena "kebetulan" diarea KM 96 beton pemisah sangat tinggi. Karena hantaman body kendaraan dengan tembok pemisah terjadi persis setelah pilar pintu depan, maka bung Syaiful masih bernafas. Tetapi istri tercinta yang jadi korban. Kalau yang pertama menghajar adalah pintu depan, pasti beliau sudah almarhum juga.

Apalagi katanya kendaraan Toyota Avanza tersebut merupakan kendaraan sewaan, yang apabila spelling setir kelewat besar (dalam keadaan kendaraan berhenti, putar lingkar kemudi, rasakan berapa besar putaran yang kosong/tidak membelokan roda), maka potensi celakanya menjadi sangat besar. Apalagi saat turunan kecepatan relatif tinggi.

Jadi, menurut saya kejadian kecelakaan bung Syaiful dapat dijelaskan secara gamblang dengan logika dan ilmu keteknik sipilan, khususnya masalah jalan raya. Dan tidak ada kaitannya dengan segala klenik seperti yang dipercaya sebagian orang.

Dan, untuk segala cerita mengenai Cipularang sendiri, sampai saat ini saya hanya mendengar KATANYA. Cukup sering saya bolak-balik ke Bandung ia jalan tol tersebut pada malam hari, dan alhamdulillah baik-baik saja.

Oh ya, sekedar tambahan info, saya kebetulan lulus S1 teknik sipil dengan pengutamaan bidang transportasi jalan raya.

sekian, semoga bermanfaat...... "

Breaking NEWS ( Kembali terjadi kecelakaan di TOL CIPULARANG KM.93)
Kecelakaan Maut di Tol Cipularang Hanya 4 Km dari TKP Saipul Jamil
http://www.detiknews..com/read/2011/...?992204topnews

Gan ini penjelasan dari pihak JASA MARGA tentang TOL CIPULARANG KM. 93-97
cek it out Gan:
Jasa Marga,”Perlu Konsentrasi Lebih di KM 97 Tol Cipularang”
http://www.reportase.com/2011/09/jas...ang/#more-4721

SHARE JUGA DI MARI GAN MASYARAKAT TEKNIK SIPIL INDONESIA:
http://www.facebook.com/mtsind




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10385859

Monday, 5 September 2011

~• Keseimbangan Antara Penghidupan dan Kehidupan •~


Hai gan! Apa Kabar?
Semoga Kita Selalu Diselimuti Kebahagian Disetiap Harinya

Ketika seseorang tengah berjuang untuk mendapatkan nafkahnya, kita biasa menyebutnya ‘sedang mencari penghidupan’. Sedangkan ketika seseorang memberi nilai kepada dunia dengan apa yang bisa dilakukannya, maka kita menyebutnya; ‘berkontribusi kepada kehidupan’. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mirip, namun antara ‘penghidupan’ dan ‘kehidupan’ itu terdapat perbedaan yang signifikan. Albert Schweitzer menggambarkannya dalam sebuah kalimat yang indah; “We make a living by what we get, but we make a life by what we give”. Kita memperoleh penghidupan dengan apa yang kita dapatkan, namun kita membangun kehidupan dengan apa yang kita berikan. Dalam nasihat itu ada sebuah isyarat untuk terus gigih berusaha agar mendapatkan nafkah yang layak. Namun pada saat yang sama, kita diingatkan untuk berkontribusi kepada orang lain. Mengapa? Karena nilai hidup kita tidak semata-mata ditentukan oleh pendapatan kita, melainkan oleh kontribusi kita.



Mana yang harus didahulukan; penghidupan ataukah kehidupan? Idealnya, keduanya bisa berjalan saling beriringan. Namun, hal itu bukan soal yang mudah. Kebutuhan nafkah sering menempatkan saya pada situasi dimana ‘mendapatkan’ sesuatu harus menjadi prioritas sehingga ‘memberikan’ sesuatu sering terabaikan. Awalnya saya percaya bahwa ‘nanti kalau saya sudah sukses’ maka saya akan bisa ‘memberi atau melakukan sesuatu’ untuk orang lain. Namun, kenyataannya saya tidak pernah sampai kepada titik yang bernama ‘nanti’ itu. Hal itu berlangsung terus sampai saya menemukan bahwa kita bisa berkontribusi melalui hal-hal yang paling sederhana.

Utk memulainya kita mempraktekkan 5 pemahaman berikut ini ya :


Berkontribusi tidak selalu berupa materi




Selama masih mengira bahwa berkontribusi harus selalu dengan materi maka seseorang akan selalu dihadapkan kepada perbenturan antara kebutuhan keluarganya dengan ‘panggilan hati’. Oleh sebab itu, wacana kontribusi sering menjadi seperti hak istimewa orang-orang yang memiliki kelapangan harta. Jika untuk memenuhi keperluan biaya sekolah anak saya saja masih harus pusing tujuh keliling, bagaimana saya bisa melakukan sesuatu bagi orang lain? Untungnya, guru kehidupan saya mengingatkan bahwa memberi tidak harus selalu berupa materi. “Jika Engkau punya tenaga, maka tenagamu adalah sumberdaya utama dalam berkontribusi,” begitu nasihatnya. Mungkin dengan waktu, atau ilmu yang Engkau miliki. Mungkin dengan sekedar sebuah kalimat penyemangat. Atau, bahkan sekedar dengan senyum yang menyenangkan hati orang-orang yang melihatmu. Ada banyak cara untuk berkontribusi. Dan semuanya itu, tidak harus berupa materi.


Menemukan misi hidup




Kita sering melihat orang-orang yang tanpa lelah terus berkontribusi kepada kehidupan orang lain. Sekalipun untuk itu mereka harus berbagi energy dan usaha. Bahkan disaat hidupnya sendiri sedang ‘tidak terlampau indah’, mereka terus gigih untuk membuat hidupnya berarti. Mengapa begitu? Seseorang mengajarkan sebuah jawaban yang membuat hati saya terpana. “Misi hidup,” katanya. Yakinlah bahwa kehadiran kita di muka bumi bukanlah tanpa misi. Sayangnya, kita sering lupa atas misi yang kita emban itu sehingga kita terlena dalam jibaku perjuangan mempertahankan hidup. Akhirnya kita tenggelam dalam kesibukan mencari penghidupan. Suatu hari, seseorang bertanya kepada saya “Apa misi hidupmu Nak?” Saya tidak dapat menjawabnya. “Temukan itu didalam hatimu,” katanya. “Tanpa itu, Engkau tidak akan pernah menjadi rahmatan lil’alamin”



Hidup bukan sekedar soal duniawi




Kita sudah sejak lama percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Jika hal itu benar, maka setiap tindakan kita selama hidup di dunia menjadi patokan seberapa baiknya kualitas kehidupan kita dialam setelah kematian. Semakin banyak kontribusi yang kita berikan semasa hidup, semakin baik pula apa yang bisa kita dapatkan di dunia baru yang kelak akan kita huni. Jika kontribusi kita hanya sedikit, barangkali hanya sedikit juga apa yang akan kita dapat. Lantas, bagaimana jadinya kehidupan kita nanti jika kita tidak berkontribusi sama sekali? Pantaslah jika guru kehidupan saya selalu mengingatkan bahwa;”sebaik-baiknya manusia adalah dia yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” Beliau mengingatkan agar tidak terlalu sering terjebak untuk mengurusi kepentingan-kepentingan pribadi semata. Apalagi sampai terjebak dalam ego yang menutupi hati sehingga sangat sulit untuk dimasuki panggilan-panggilan suci. Padalah, hidup bukan sekedar soal duniawi.



Bertemanlah dengan orang-orang yang positif




Hidup adalah pertanda masih adanya energy didalam diri kita. Sedangkan energy didalam setiap individu merupakan perpaduan antara energy positif dan energy negatif. Maka wajar jika bentuk aliran energy didalam diri kita sangat dipengaruhi oleh bentuk energy yang ada di sekitar kita. Sangat sulit untuk menjadi positif jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang bersikap negatif, misalnya. Atau sebaliknya, saat berinteraksi dengan orang-orang yang bersikap dan bertindak secara positif, kita jadi lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang positif. Hal itu pasti terjadi baik secara terpaksa maupun sukarela. Di lingkungan orang-orang positif kita akan ikut ‘terbawa arus’ positif. Jadi jika ingin ‘merasa ringan hati’ saat melakukan hal-hal yang positif, maka sebaiknya kita memperbanyak teman yang bersikap positif.


Memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi




Meskipun kita percaya bahwa cara untuk berkontribusi itu begitu banyaknya, tetapi tidak berarti kita bisa ikut berkontribusi. Boleh jadi karena kondisi tidak memungkinkan. Atau mungkin karena kita tidak ingin berkontribusi saja. Bagaimana pun juga kita adalah tuan bagi kehidupan kita sendiri sehingga kita berhak untuk menentukan apapun yang ‘kita lakukan’ atau ‘tidak kita lakukan’. Namun, kebebasan itu juga berarti bahwa kita tidak memiliki hak untuk menghalangi orang lain yang hendak berkontribusi untuk kehidupan dunia yang lebih baik. Artinya, bersamaan dengan kewenangan kita untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri terselip sebuah kewajiban untuk menghargai aspirasi orang lain untuk berkontribusi. Maka sudah sepatutnya kita memberi ruang kepada orang-orang yang berkontribusi, bukan? Sebentar dulu. Jika Anda memberi ruang kepada orang-orang yang hendak berkontribusi; maka sesungguhnya Anda pun sudah berkontribusi lho.

K e s i m p u l a n

Jika kita masih percaya akan keberadaan sisi baik dan sisi buruk dalam diri kita, maka kita pasti percaya bahwa kita bisa berkontribusi untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan yang kita miliki. Untuk memulainya, kita bisa bertanya kepada diri sendiri; nilai-nilai kebaikan apa yang bisa saya kontribusikan hari ini?


Notes:
Banyak orang bersedekah karena percaya bahwa harta mereka akan bertambah banyak seiring dengan semakin banyaknya sedekah yang mereka berikan. Agar semakin bersemangat untuk berbagi kebaikan dengan orang lain, mungkin kita juga harus belajar percaya bahwa kebaikan didalam diri kita akan bertambah seiring dengan bertambahnya kebaikan yang kita tebarkan.
Kebahagiaan tidak bisa dikejar, tidak bisa dicari, tidak bisa dimiliki untuk diri sendiri
tidak bisa dihabiskan, tidak bisa rusak dan tidak bisa dibeli.
Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta
rasa syukur dan terima kasih, serta pengabdian kepada Tuhan yang Menciptakan kita.

~ Denis Waitley ~





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9739531